Peninggalan Sejarah Agama Buddha

Artikel terkait : Peninggalan Sejarah Agama Buddha

Peninggalan sejarah agama Buddha di Indonesia banyak kita jumpai, dalam bentuk fisik, misalnya Candi Borobudur.
Peninggalan Sejarah Agama Buddha
Berikut beberapa peninggalan sejarah agama Budha:
1. AJARAN BUDDHA
Inti ajaran Buddha adalah Dharma, yaitu sejumlah aturan atau kewajiban yang harus dilakukan oleh pengikutnya sebagai bagian dari alam semesta. Aturan itu bertujuan agar manusia melepaskan diri dari kekangan karma agar mencapai kesempurnaan hidup, yaitu Nirwana. Proses kehidupan manusia saat ini merupakan kelanjutan kehidupan sebelumnya. Ini disebut penitisan (reinkarnasi). Kehidupan dan proses penitisan itu pada dasarnya adalah penderitaan, hukuman, dan karma. Agar manusia lepas dari penderitaan, hukuman, dan karma, manusia harus berlaku benar, berniat benar, berbicara benar, berusaha benar, dan berkehidupan benar.
Kitab suci agama Buddha adalah ”Tripitaka”. Menurut kepercayaan agama Buddha, alam semesta dibagi tiga, yaitu sebagai berikut.
  1. Kamadhatu : Tingkat paling rendah, di mana manusia masih dipengaruhi oleh nafsu yang tidak baik. Pada tahap ini, manusia tidak ada bedanya dengan binatang buas.
  2. Rupadhatu : Tingkat kedua di mana manusia berusaha memerangi hawa nafsu yang tidak baik.     Pada tahap ini, manusia berjuang mengatasi godaan-godaan untuk melepaskan hawa nafsu yang tidak baik tersebut.
  3. Arupadhatu : Tahap di mana manusia mencapai kesempurnaan dan terlepas dari urusan duniawi.
Peninggalan Sejarah Agama Buddha
Sidharta Gautama

Tokoh ajaran Buddha adalah Sidharta Gautama atau Sang Buddha Gautama. Kesederhanaan Sang Buddha merupakan ciri utama yang diikuti oleh para biksu (laki-laki) dan biksuni (perempuan) di Wihara.
Perlengkapan hidup yang boleh dimiliki oleh seorang biksu atau biksuni hanya tiga macam, yaitu sebuah mangkuk untuk makan, jarum untuk menjahit baju, dan pisau untuk mencukur rambut.
Simbol kekayaan yang dimiliki oleh penganut Buddha digambarkan dalam bentuk ”stupa” yang merupakan gambaran tumpukan baju, mangkuk yang ditelungkupkan, dan tongkat atau jarum di atasnya.
2. PENINGGALAN BUDDHA
Peninggalan sejarah agama Buddha yang berupa fisik adalah candi. Candi-candi dengan stupa di atasnya merupakan simbol tempat peribadatan agama Buddha.
Pernahkah kamu mengunjungi Candi Borobudur? Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah. 
Candi ini terdiri dari tiga tingkatan yang menggambarkan Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu.
  1. Kamadhatu adalah dasar candi dengan kaki candi tertutup 13.000 m3 batu serta 160 relief tersembunyi.
  2. Rupadhatu, terdiri dari empat lorong dengan 1.300 gambar relief. Jika diukur, panjang seluruhnya mencapai 2,5 km dengan 1.212 panel berukir.
  3. Arupadhatu, dengan bentuk lingkaran-lingkaran yang memuat 72 patung
Peninggalan Sejarah Agama Buddha
Bagian Candi Borobudur
Buddha di dalam stupa terawang dan satu stupa induk besar. Lebar tiap sisi candi 123 m. Seluruh bahan termasuk dasar candi, terdiri dari 55.000 m3 batu andesit. Jumlah patung 504 patung Buddha, 72 terletak pada stupa terawang, sedangkan 432 dalam relung terbuka.
Candi-candi Buddha lainnya, antara lain Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Mendut, Candi Pawon, Candi Plaosan, dan Candi Sewu.
Untuk mengenang kebesaran Sang Buddha Gautama banyak candi diberi hiasan patung Siddharta Gautama.
Upacara tradisi agama Buddha dilaksanakan setiap tahun. Tujuannya adalah untuk mengenang kelahiran, kematian, dan moksa-nya sang Buddha. Upacara itu disebut ”Tri Suci Waisak” yang dilaksanakan di kawasan Candi Borobudur. Peringatan Tri Suci Waisak memiliki daya tarik wisata baik domestik maupun mancanegara.
Kamu telah mendapatkan beberapa contoh peninggalan Buddha di Indonesia termasuk tradisi yang dilakukan. 
Demikian bacaan peninggalan sejarah agama Buddha di Indonesia, semoga bermanfaat.

Artikel Balai Edukasi Lainnya :

Copyright © 2015 Balai Edukasi | Design by Bamz